Suster Doyan Seks part 3

sexyNurse copyWaktu  itu kami sudah kelelahan. Dan pagi-pagi Ratih sudah terbangun dan bergegas mandi, lalu Ratih berangkat ke tempat kerjanya. Aku tau Ratih berangkat kerja tapi aku masih ngantuk hingga aku tak bisa mengantarnya kerja, sepertinya ponsel Ratih ketinggalan, aku pun bergegas menyusul Ratih ke tempat kerjanya dan memberikan ponselnya sambil berkata “Ratih, ponsel kamu ketinggalan.” Ratih menjawab “Iya sayang makasih ya, muach!” Ratih menciumi pipiku sambil berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Setelah itu aku kembali pulang ke rumahku dan membereskan semua barang-barang yang berantakan dan berangkat kerja. Baca lebih lanjut

Suster Doyan Seks part 2

ijyayuja

Sudah 2 (dua) bulan berlalu, aku jarang bertemu suster itu lagi dan lebih sering komunikasi dengan suster itu melalui sms atau telepon, aku panggil dia Ratih. Kini Ratih lebih sering datang ke rumahku setelah dia pulang kerja, Ratih biasa pulang jam 02:00 WIB (malam). Karena rumahnya jauh, jadi Ratih memilih langsung ke rumahku, dan Ratih pun hampir setiap hari tidur di rumahku, karena rumahku tidak jauh dari Rumah Sakit tempat Ratih bekerja, singkat cerita.
Suatu malam saat Ratih masih bekerja, dia selalu menelponku di waktu senggangnya, agar Ratih tidak mengantuk saat bekerja. Setelah pulang kerja Ratih pun meneleponku  lagi untuk menjemputnya, lalu aku pun pergi untuk menjemputnya pulang kerja, sesampainya di rumah, dia menceritakan semua yang dia kerjakan di hari itu sambil mandi dan mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian tidur. Baca lebih lanjut

Suster Doyan Seks part 1

sexy_nurse_01

Namaku Jonnie. Singkat cerita, semua berawal dari aku yang sering sakit-sakitan, lalu aku pun dilarikan ke rumah sakit hingga aku harus dirawat dan di opname di ruang VIP, tak lama kemudian teman-temanku datang untuk menengokku dan bertanya “kamu sakit apa Jonn?, aku menjawab aku cuma kelelahan bekerja, dokter pun bilang agar aku lebih banyak istirahat, lalu teman-temanku satu demi satu pulang karena waktu sudah semakin sore, jam besuk pun sudah habis.
Sudah hampir seminggu aku dirawat di rumah sakit dan diurus oleh suster yang cantik, putih, dan berpayudara lumayan besar, akhirnya badanku kembali normal dan sudah diperbolehkan pulang besok pagi, lalu ada temanku yang datang dari luar kota untuk menjenguk, dan kami berbincang-bincang sebentar, namun temanku tak bisa lama menemaniku berbincang-bincang karena sudah malam(bukan jam besuk) dan teman aku pun harus beristirahat karena dia harus pulang pagi-pagi.
Namun aku tak bisa tidur aku  melamun dan berpikiran untuk segera pulang ke rumah, agar besok aku bisa langsung masuk kerja, mataku tak bisa tertutup, sulit bagiku untuk beristirahat, tak lama kemudian ada seorang suster cantik dan seksi masuk untuk mengganti obat infusan terakhir, saat mengganti obat infusan badannya membungkuk di depanku, hingga belahan payudaranya terlihat jelas sekali. Pandanganku terpaku menatap belahan payudaranya dan tanpa kusadari perlahan-lahan penisku ber-ereksi tepat di depan wajahnya. Setelah suster itu menggantikan obat infusan di tanganku, dengan spontan dan nafsu birahi yang besar, suster itu memegang penisku, aku pun terkejut karena penisku mendadak dipegangnya,  “km sudah sembuhkan? besok kamu sudah boleh pulang, tapi malam ini aku mau muasin kamu boleh ga? ujar suster sambil mengelus-elus penisku. Aku pun menjawab dengan terkaku-kaku sambil menahan rangsangan yang dilakukannya ke penisku, “Iya suster saya sudah mendingan, boleh deh terserah suster” sambil tersenyum malu tapi mau. Lalu suster itu menutup dan mengunci pintu ruanganku, setelah itu sambil berjalan ke arahku suster itu melepaskan semua pakaiannya.

Aku semakin terangsang karena melihat indah tubuhnya dan payudaranya yang putih & besar, akhirnya suster pun melepaskan semua pakaianku juga dan naik keatas ranjang, lalu mengelus-elus dan menjilati penisku, aku pun menjilati vaginanya yang mungil dan sempit itu. Setelah kami saling menjilati, akhirnya suster itu naik diatasku, dan penisku dipegangnya dan dimasukan ke dalam vaginanya yang sempit itu, dan aaaaaaaccccccchhhhh !!!! aaaaaaaccccchhhhhhh !!!!! jeritan kecil dan desahan-desahan suster itu membuatku semakin bergairah, ayunan-ayunan yang Suster lakukan sungguh terasa seperti penisku terjepit oleh vagina yang sempit itu. tanganku pun gak berhenti meraba dan meremas-remas payudaranya yang besar dan putih itu.

Dan tak lama kemudian aku melihat wajah yang terpuaskan dan bersinar dari raut suster yang cantik itu, ternyata suster itu mencapai orgasme diakhir titik klimaks-nya. Sepertinya suster cantik itu kelelahan, akhirnya aku menyuruh suster yang cantik itu menungging, lalu kupegang penisku dan kumasukan perlahan ke dalam mulut vagina suster yang sempit itu. Aaaaaaccchhhhh !!! aaaaaccchhhh rintihan demi rintihan terdengar kembali ditelingaku. Kudorong dan kuayunkan dengan penuh gairah, sambil tanganku meremas-remas payudaranya tanpa henti hingga akhirnya  aku mencapai orgasme di titik akhir. Setelah itu aku mencium suster yang cantik itu penuh nafsu dan mesra. Lalu kami pun mengenakan kembali pakaian kami, setelah itu Suster yang cantik itu memberikan nomor ponselnya & pergi sambil memberikan isyarat agar aku meneleponnya nanti.

Bersambung… ke part 2