Suster Doyan Seks part 3

sexyNurse copyWaktu  itu kami sudah kelelahan. Dan pagi-pagi Ratih sudah terbangun dan bergegas mandi, lalu Ratih berangkat ke tempat kerjanya. Aku tau Ratih berangkat kerja tapi aku masih ngantuk hingga aku tak bisa mengantarnya kerja, sepertinya ponsel Ratih ketinggalan, aku pun bergegas menyusul Ratih ke tempat kerjanya dan memberikan ponselnya sambil berkata “Ratih, ponsel kamu ketinggalan.” Ratih menjawab “Iya sayang makasih ya, muach!” Ratih menciumi pipiku sambil berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Setelah itu aku kembali pulang ke rumahku dan membereskan semua barang-barang yang berantakan dan berangkat kerja.

Waktu berlalu tak terasa, seharian sudah kami bekerja melewati aktivitas harian yang terkadang menjenuhkan pikiran dan melelahkan raga. Sore itu Ratih pulang kerja dan buru-buru menghampiriku sambil dia berkata riang, “Yank, aku hari ini ga lembur, jadi aku bisa melukin kamu sepuasnya”, ujar Ratih. Aku hanya tersenyum sambil menyambutnya dengan pelukan dan ciuman di keningnya.

Lalu aku bergegas mandi karena hari sudah hampir malam. Seusai mandi lantas aku memanggil Ratih untuk pergi mandi juga, sambil menunggu Ratih mandi saat itu, aku bersantai di ruang kamar hangat milik kami berdua dan menonton acara kegemaran yang ditayangkan di televisi malam itu, ternyata tak lama kemudian aku tertidur di sofa karena mungkin kecapean setelah seharian bekerja.

Lalu setelah Ratih selesai mandi, dia diam-diam mengagetkanku dengan menciumiku sambil duduk di pangkuanku dan merangkul bahuku. Eeemmmmuuuaaaacccchhhh, Ratih menciumku hinggaa saya terkejut dan bangun, Ratih tertawa nakal ketika melihat aku bangun. Saya cuek saja dengan perlakuan nakalnya itu, lalu aku mengajaknya makan malam, “Aku sudah masak untuk makan malam kita, kamu pasti suka,” godaku. Lalu Ratih menjawab “Kamu serius? Tadi kamu yang masak semua ini?”
“Iya kenapa masih engga percaya? Ya, sudah. Aku bohong, aku beli tadi. Sekarang kita makan dulu, mau komentar apa nanti saja.” jawabku.
“Tuh kan, aku sudah tau. Kamu itu tukang bohongg… ” candanya.

Kami lalu melahap dengan nikmat santapan makanan yang saya sediakan malam itu. Setelah selesai makan malam, kami kembali lagi ke kamar dan menonton TV sambil bercanda mesra. Tak lama kemudian Ratih mengantuk dan tertidur di ranjang tempat kami nonton TV bersama. Tapi saya hiraukan saja Ratih, saya lanjut menonton tontonan yang ada di televisi. Sambil mengganti channel, ada satu saluran televisi yang sedang menayangkan tayangan dewasa malam itu. Tayangan model yang difoto oleh salah satu fotografer ternama di kota Jakarta. Model dengan lekukan tubuh yang seksi itu sontak saja menantang adikku yang masih tidur untuk terbangun kembali. Sekilas aku melihat tubuh Ratih yang sedang tertidur mengenakan baju tidur tipis berwarna putih itu begitu mengundang dan terkulai tak terjaga.

Nafsu dan hasrat bercinta spontan timbul dalam pikiranku saat itu, tanpa pikir panjang lagi langsung kusingkap lingerie putihnya dari bawah dan mengelus perutnya Ratih. Kemudian kuciumi leher Ratih dan tanganku mulai berpindah memegangi bagian vitalnya Ratih di bawah sambil mengelus pelan di balik celana dalam tipisnya itu.

Ratih terbangun dan tampak sedikit heran tapi mengiyakan dengan manja, ia berkata pelan, “Kamu lagi ngapain, yank?” Ia lalu membalas ciumanku. Saat itu aku tak berkata sepatah katapun, hanya nafsu dan hasrat yang memenuhi pikiranku dan mengatur saraf tubuhku untuk bergerak mencumbu Ratih. Lalu tanpa banyak bicara Ratih pun mendorong tubuhku hingga saya terbaring di kasur. Ia melucuti pakaianku dengan segera. Tak tanggung-tanggung saat itu nafsunya tiba-tiba saja melebihi hasrat yang memenuhiku saat itu.

Kami bergolak seperti sepasang Naga yang bercinta dengan dahsyat saat itu.  Ratih menyelipkan tangan kanannya ke dalam celana dalamku dan mulai mengerjai “adikku” yang malang tapi beruntung itu. “Adikku” mulai ber-ereksi, kami bermain indah malam itu. Pesona hasrat kami lancarkan ke masing-masing bagian tubuh kami. Ia menciumiku menggebu-gebu dan secara perlahan turun ke bagian leherku, lalu putingku, perut, dan kemudian mulutnya ia lesatkan ke “Nagaku” yang sudah siap membuat ia meronta itu. Ratih menguluminya dengan mahir, perlahan ia jilati dengan lembut bibirnya ke dinding penisku. Ratih kemudian membelakangiku dengan bokong yang terarah tepat di depan wajahku. Kusapu dan kujilati klitoris Ratih dengan lidahku yang boleh terbilang lumayan panjang…

“Aaaaaaaaaccccchhhhh !!! aaacchhhh !!!”

Ratih menghentikan kulumannya dan mendesah menikmati sapuan lidahku ke klitorisnya saat itu dalam permainan posisi 69. Desahan Ratih itu semakin membuatku bergairah, Ratih tak mau berlama-lama lagi karena sapuan yang aku lakukan, ia terangsang hebat oleh perlakuanku itu, tak lama kemudian Ratih langsung naik di atasku, dan memegang penisku lalu ia arahkan ke mulut vaginanya dan dimasukkan secara perlahan.

“Aaaaaccccchhhhh !!! aaaaaccchhhh !!!” rintihan dan desahan-desahan panas terdengar lagi, aku pun menjadi semakin terangsang namun tanganku tak lepas dari payudaranya, kuremas-remas payudaranya yang lumayan besar itu. Tiap goyangan dan ayunan pinggulnya Ratih membuatku ikut mendesah kecil karena aku merasakan “Nagaku” dijepit dan dimainkan di antara mulut vaginanya Ratih. Goyangan demi goyangan ia lakoni dengan nikmatnya sambil menyibakkan rambutnya. Dan saat Ratih hampir mencapai titik klimaks, saya menambah ritme goyangannya untuk membantu Ratih “keluar” duluan. Seusainya aku meminta Ratih untuk berganti posisi supaya saya bisa lebih gencar lagi melepaskan hasratku dengan posisi doggie style. Kudorong penuh gairah dan semangat penisku agar Ratih bisa merasakan kenikmatan lagi walaupun ia sudah “keluar”, Auuuccccchhhhhh !!! aaacccchhhh !!! Ratih mendesah lagi terengah-engah karena kelelahan dan menahan ngilu pada alat vitalnya. Tanganku meremas payudaranya Ratih dari belakang. Setiap ayunan yang aku berikan dorongannya semakin kuat dan menusuk kedalam, hingga Ratih semakin mencengkram erat bed cover yang sedang dipegangnya sambil menikmati rangsangan menggebu yang aku lancarkan terus-menerus, akhirnya Ratih mencapai orgasme yang kedua kalinya, dan dalam waktu yang bersamaan “Nagaku” meludahkan cairan kehidupannya di dalam Ratih.

Puas sekali rasanya…. Kami berpelukan kembali dan terkulai lemas berdua, dengan “Nagaku” yang masih tertinggal di dalam “Goa” Ratih, sambil mengecil perlahan. Aku belai ia dengan mesra dan lembut, lalu kuciumi Ratih dengan penuh kasih sayang.

Bagiku Ratih memang “is the best”

<– Suster Doyan Seks part 2

Iklan

One thought on “Suster Doyan Seks part 3

  1. Ping-balik: Suster Doyan Seks part 2 | 9 Cerita Malam

Komentar ditutup.