Gara-gara Razia

Cerita Sex kiriman Andrea W

Andrea

Andrea

9CeritaMalam – Pada saat itu aku sedang jalan-jalan keluar kota mengendarai sepeda motor yang aku pinjam dari pamanku, aku jalan-jalan bersama teman-teman menuju pelabuhan, kami sudah berencana mau liburan disana. Sebelum berangkat aku menitipkan tas kepada temanku yang mengendarai mobil, dan aku pun lupa kalau di dalam tasku ada handphone, SIM, STNK. Lalu kami berangkat ke pelabuhan, dalam perjalanan aku hanya sendirian, sedangkan teman-temanku semua pada berdua mengendarai sepeda motor dan meninggalkanku di tengah perjalanan, namun aku tak perduli karena aku takut celaka makanya aku perlahan-lahan dalam mengendarai sepeda motor, sewaktu di perjalanan bensinnya habis, akhirnya aku membeli dulu ke pom, saat aku mau membayar, aku lupa bahwa tas aku ada dititipkan di mobil temanku, untung di saku celanaku aku masih menyimpan uang untuk membayar bensin. Lalu tak lama dari pom aku berjalan lagi menuju tujuan dan berharap aku bisa menyusul teman-temanku, Namun di ujung perempatan jalan, aku melihat ada razia kendaraan bermotor.

Lalu saat aku melintasi perempatan itu aku diberhentikan, akhirnya aku turun dari motorku dan kunci motorku diambil oleh pak polisi itu, berbagai macam pertanyaan yang polisi itu lontarkan kepadaku, tak lama kemudian ada seorang laki-laki menghampiri polisi itu, “jangan ditilang dong pak, ini kan pacar saya” ujar laki-laki itu. Akhirnya polisi itu memberikan lagi kunci motorku, lalu saat aku mau pergi lagi untuk mengejar teman-temanku menuju pelabuhan, laki-laki itu memperkenalkan dirinya & mengajakku bersantai di cafe, kita panggil saja laki-laki itu Andre, pada saat Andre mengajakku ke cafe aku bingung menjawabnya sedangkan aku sudah tertinggal jauh dari temanku yang menuju pelabuhan. Akhirnya mau gak mau aku menemaninya ke cafe, karena aku menghargainya karena sudah menolongku dari razia tadi. Dan bertanya, maaf Dre polisi tadi siapa kamu kok dengan mudahnya kamu bisa mengambil kunci motorku dari polisi itu?, Andre pun menjawab, polisi yang tadi itu kakak kandung aku. pantas saja kamu kelihatan akrab sama polisi tadi, ujarku. Saking asiknya aku berbincang-bincang dengan andre hingga aku lupa kalau aku harus menyusul teman-temanku, lalu aku diantar Andre menuju pelabuhan tempat teman-teman berkumpul, haripun sudah mulai sore dan berganti malam, ditengah perjalanan, andre malah membawaku ke salah satu villa yang berada di ujung pelabuhan, lalu andre mengajakku ke villa itu dan naik ke lantai paling atas,  setelahku bertanya panjang lebar ternyata villa itu milik ayahnya. pada saat itu aku merasa bahagia bisa melihat indahnya lampu-lampu kota dari ketinggian.

Di atas villa tersebut sudah dilengkapi sofa khusus untuk memandang lampu-lampu indah itu sambil duduk santai. Aku merasa senang sekali, lalu akupun duduk di sofa itu, aku merasa pemilik kota itu sambil ditemani segelas teh hangat, dan Andre pun duduk di sebelahku sambil merangkulku dan berkata, “Gimana pemandangannya bagus apa engga?”, akupun menjawab bagus banget, indah, aku senang sekali. Lalu dia mencium keningku sambil berkata “semuanya untukmu” dan akupun terkejut, lalu Andre mencium bibirku, sepertinya aku menikmati ciuman itu lalu tiba-tiba tangan Andre berada tepat di payudaraku, akhirnya aku terangsang dan mendesah saat andre meremas-remas payudaraku. Lalu Andre mulai melepaskan kancing bajuku satu demi satu hingga bajuku terbuka, dan dia meremas-remas kembali payudaraku, tangan kanan Andre memelukku sambil membuka tali bra-ku, aku yang semakin terlarut dalam buaiannya, tiap sentuhan yang Andre berikan membuatku semakin terangsang dan tanpa ku sadari vaginaku pun basah, lalu ciuman kami pun semakin mesra, akhirnya aku sudah tidak bisa menahan rangsangan yang Andre berikan, lalu aku membuka semua baju dan celana Andre setelah itu aku langsung memegang dan mengelus-elus penisnya. Begitu juga Andre yang sangat bergairah dan melucuti pakaianku, lalu jari-jari andre bermain di sekitar vaginaku, akhirnya aku semakin terangsang dan mendesah karena ujung vaginaku dimainkan oleh jarinya Andre.

Lalu andre meniduriku, dan dia menjilati leherku terus ke payudaraku lalu Andre turun menjilati vaginaku, aku menahan ngilu dan merasakan rangsangannya semakin naik. Lalu Andre mulai mengambil posisi mengusap-usap vaginaku menggunakan ujung penisnya dan dimasukkan ke dalam vaginaku, aaaaaaaccccchhhh !!! aaaaccccchhhhh !!! aku merintih dan mendesah dalam kenikmatan, Andre pun terlihat menikmati tubuhku, dan tak lama kemudian aku pun sampai di titik klimaks dan berorgasme, Andre tetap mengayunkan pinggulnya dan menorong kuat penisnya ke dalam vaginaku, sambil meremas-remas payudaraku, aku juga mendesah dan merintih memberikan suara menyentuh agar bisa membuatnya semakin terangsang. Dan tak lama kemudian Andre pun mencapai orgasme.
Setelah itu kami pun mengenakan kembali dan beristirahat sejenak, lalu aku meminta Andre untuk mengantarku ke pelabuhan agar aku bisa bergabung bersama teman-temanku disana. Tak lama kemudian aku sampai di pelabuhan dan bertemu dengan teman-temanku semua.

Iklan