Diary Kakakku

Cerita Sex kiriman AN

AnakIbuLesbi

9CeritaMalam – Suatu hari pada awal bulan Februari. Ketika itu aku baru pulang sekolah. Dan di meja komputerku tergeletak sebuah diary. Penasaran melanda dan menggoda untuk membaca apa yang ada dalam isi diary tersebut saat itu. Diary itu milik kakakku Leni. Tanpa pikir panjang lagi aku lantas memberanikan diri untuk membawanya ke kamar mandi yang ada di kamarku dan duduk membacanya di atas jamban duduk yang kududuki.

Berikut isi dari diary kakakku;

Suatu hari ibuku yang berusia 45 tahun pergi bersama ibu-ibu tetangga yang juga sebaya dengan ibuku ke rumah Ibu Suci yang pindahan dari luar kota. Ibuku bernama Ranti, lalu Ibuku bersama Ibu Reni, Ibu Desi dan Ibu Suci. Mereka berbincang-bincang di ruang tamu. Ibu Desi ternyata menemukan sebuah VCD porno (lesbi) di tumpukan majalah.

Dia bertanya, “Bu Suci, Ini punya siapa?”

Ibu Suci kelihatan terkejut dan berusaha merebut VCD itu sambil berkata, “Jangan Bu Desi, aku malu” Lalu dijawab oleh Ibu Desi, “Diputar boleh kan?”Ibu Suci hanya diam saja ketika Ibu Desi memutar kaset itu ke VCD player.

Pada mulanya ibuku dan ibu-ibu lainnya hanya diam saja melihat adegan dalam film itu. Tapi beberapa menit kemudian Ibu Desi terlihat mengangkat dasternya sampai perutnya kelihatan dan tangannya masuk ke dalam celana dalamnya. Ibu Reni yang melihat itu berkata, “biar aku bantu bu”, Sambil dia menghampiri Ibuku. Lalu bu Reni melepaskan daster bu Desi.

Kemudian Ibu Reni duduk di belakang bu Desi, posisi dari belakang tangannya ibu Reni masuk ke dalam celana dalam yang dipakai Ibu Desi. Melihat hal itu Ibu Suci dan Ibuku yang duduk berdampingan saling memandang dan entah siapa yang mulai keduanya sudah berdiri dan saling berciuman. Mereka saling melepas pakaian yang dipakai dan menyisakan pakaian dalam. Begitu juga dengan ibu Suci yang juga berdiri melepas pakaiannya dan sekaligus melepas bra-nya.

Ibu Suci meremas-remas payudaranya sendiri kemudian menghampiri bu Reni dan Ibu Desi yang sedang berciuman. Dari belakang, ibu Suci melepas bra yang dipakai bu Reni  dan menempelkan kedua payudaranya ke punggung Ibu Reni. Tangannya juga maju ke depan meremas kedua payudara Ibu Reni sehingga Ibu Reni melepaskan ciuman pada bibir Ibu Desi. Ibu Desi lalu melepaskan bra-nya dan memeluk Ibu Reni dari depan. Sementara itu Ibuku dan Ibu Suci sudah telanjang bulat, saling berpelukan dan berciuman.

Kejadian yang paling dinikmati ibuku pada waktu itu adalah ketika ibuku berbaring terlentang. Dia diduduki Ibu Suci sehingga kedua vagina mereka saling bergesekan. Sementara payudara kirinya dihisap oleh Ibu Desi dan payudara kanannya diremas Ibu Reni. Sedangkan Ibuku sendiri saling berciuman dan saling meremas-remas payudara dengan Ibu Suci.

Ibu Desi dan Ibu Suci  juga saling meremas-remas payudara dibantu kedua tangan ibuku. Kejadian itu sungguh menegangkan, bergantian mereka saling meremas payudara, saling menggesek vagina dan berakhir dengan orgasme yang begitu dahsyat di antara mereka. Setelah itu ibuku dan ibu-ibu lainnya bergegas mengenakan pakaiannya dan kembali pulang ke rumah masing-masing.

Setelah sampai di rumah, ibuku yang melewati kamarku mendengar desahan-desahan dari dalam kamarku. Ibuku penasaran dan mengintip dari lubang kunci pintu kamarku dan melihat aku dan temanku Cindy sedang berdiri saling menggesekkan vagina dan kedua payudara. Namun ibuku tak menghiraukan karena ibuku sedang kelelahan dan beristirahat di kamarnya.

 

Merinding rasanya setelah aku membaca beberapa halaman dari diary kakakku tersebut dan mengetahui bahwa kakakku dan ibuku sendiri ternyata seorang lesbian. Tapi di depanku selama ini mereka tidak pernah menampakkan tabiat aneh yang menunjukkan bahwa mereka menyukai sesama jenis. Tapi bagaimanapun juga mereka adalah keluargaku sendiri, aku kira rahasia ini akan kujaga baik-baik. Karena saya percaya setiap orang memiliki hak privasi mereka masing-masing.

Iklan