Bercumbu Dengan Ibu Kost

Cerita Sex kiriman RP

Vera

9CeritaMalam – Perkenalkan namaku Riko, aku kuliah di salah satu universitas di Bandung. Aku baru berumur 20 tahun, rumahku tak jauh dari pom bensin di Jakarta, namun sekarang aku tinggal di salah satu tempat kost dekat tempat aku kuliah.

Singkat cerita, sebut saja Vera, dia seorang janda muda yang memiliki lahan kost-an tersebut, umurnya 24 tahun, kecantikannya bagaikan bidadari, payudaranya yang lumayan besar berukuran 34B membuatnya terlihat semakin montok, memang aku akui Vera seorang ibu kost yang rajin dan selalu berpenampilan sexy.

Hingga pada saat aku pulang kuliah, aku menyempatkan diri bermain bersama teman-temanku untuk menghilangkan penat di hati, setelah itu aku kembali pulang kekost-an, dan sering aku melihat belahan payudaranya Vera bila sedang menyapukan halaman, semua orang yang kost ditempat itu rata-rata kerja dimalam hari, dan kuliah disiang hari.

Pada saat itu setelah aku pulang kuliah, aku membersihkan kamarku, dan aku pun melepaskan bajuku karena suasana pada waktu itu panas sekali (gerah). Vera pun datang menghampiriku dan bertanya,
Vera  : Duh, rajinnya si ganteng.
Aku   : Eh Mba’ Vera, masuk Bu. Aku lagi beresin kamar biar ga berantakan.
Vera  : Engga usah, lagian aku lagi masak takut gosong.
Aku    : Oh, ok . (sambil melipat bajuku yang sudah dicuci bersih.)
Lalu Bu Vera pun kembali ke dapur untuk meneruskan aktivitasnya. Aku dan Vera pun sudah semakin dekat.

Hari demi hari aku dan Vera semakin sering berbincang-bincang, hingga suatu saat aku pulang dari kuliah, dan suasana di kost-san sepi tak ada orang satu pun lalu aku bergegas mandi dan tanpa kusadari Vera masuk ke dalam kamarku secara diam-diam, dan berbaring di tempat tidurku. Saat aku selesai mandi aku terkejut melihat Vera sedang tidur berbaring di kasurku menggunakan daster yang tipis dan bisa dikatakan tembus pandang hingga tanpa kusadari penisku ber-ereksi, akhirnya aku coba mendekati dan duduk di sebelah Vera sambil meraba-raba pahanya yang mulus, namun Vera tidak terbangun dan rasa penasaranku semakin bertambah, sedikit demi sedikit aku mengangkat dasternya dan terlihat celana dalam Vera yang berwarna ungu. Dari situ aku mulai beranjak lagi untuk membuka kancing bajunya Vera, dan tanganku mulai meraba-raba bra-nya yang berwarna ungu juga, akhirnya aku pun mulai tak sabar dan berbaring di sampingnya lalu penisku pun mulai menegang, kemudian kupeluk tubuhnya dan kujilati lehernya, akhirnya Vera terkejut dan terbangun melihatku dalam keadaan telanjang bulat, lalu aku berkata:
Aku  : ssttttt jangan berisik, aku suka sama kamu
Vera : kamu lagi ngapain, Riko?

Aku pun tak menjawab pertanyaannya dan langsung menciumi bibirnya. Awalnya Vera menolak dan berontak, namun setelah lama-lama aku menciuminya sambil tanganku meremas-remas payudaranya, Vera pun mulai menikmatinya dan tangan Vera pun mulai memegang dan mengelus-elus penisku, lalu ciumanku berpindah ke payudaranya Vera, aku menghisapnya dan memainkan putingnya dengan lidahku, jari tanganku pun ikut memainkan ujung vaginanya (klitoris) Vera.

Akhirnya Vera pun naik ke tubuhku, lalu penisku dipegangnya dan mulai dimasukkan ke dalam vaginanya secara perlahan, aaaaacccchhhh !!! aaaaccchhh !!! rintihan dan desahan Vera mulai terdengar, dan rasanya penisku terasa diremas-remas oleh kedua dinding vaginanya Vera, tanganku pun tak lepas dari payudaranya yang terus kuremas-remas. Dan tak lama kemudian Vera pun mencapai orgasme. lalu aku menyuruhnya berbaring berganti posisi kemudian aku memegang penisku dan perlahan kumasukan kembali ke dalam vaginanya Vera yang sempit itu. Kuayun dan kugoyangkan penisku ke dalam vaginanya Vera, aaaaccchhh !!! aaaacccchhhh !!! rintihan dan desahannya membuatku semakin bergairah, berbagai macam gaya sudah kami lakukan hingga Vera pun kelelahan. Dan tak lama kemudian aku menarik penisku keluar dari vaginanya dan Vera pun langsung meraih penisku dan dimasukannya ke dalam mulutnya lalu mengocok penisku hingga berorgasme.

Setelah itu aku langsung berbaring kelelahan dan Vera pun langsung memelukku penuh cinta. Lalu kami mengenakan kembali pakaian kami, lalu Vera pun menciumku dan kembali ke rumahnya karena ada kerjaan yang harus Vera kerjakan.

Iklan