Desah & Rintih Jessica

Cerita Sex kiriman CT

Jessica

9CeritaMalam – Waktu itu aku baru lulus sekolah, aku dan teman-temanku mengadakan acara pesta di luar kota, tepatnya di salah satu villa di Puncak – Cipanas, selama 2 hari. Kami liburan di sana sambil merayakan kelulusan sekolah, kami berangkat sehari setelah kelulusan, sesampainya di villa kami langsung membereskan kamar kami masing-masing, setelah itu kami bermain ke pemasaran yang ada di pusat villa itu, di sana banyak yang menjual pakaian, makanan hingga perhiasan pernak-pernik. Sewaktu kami sedang asik bermain aku melihat wanita yang sangat cantik kulitnya putih, payudaranya besar hingga terlihat belahannya, dan berpenampilan sexy, dia melihatku dan tersenyum manis sekali aku pun malu dipandangnya. Lalu aku bersama teman-temanku pindah ke tempat lain kami bermain di dekat kolam ikan, waktu pun begitu cepat hingga tak terasa hari sudah semakin gelap.

Lalu aku memandangi wanita cantik itu untuk terakhir kalinya sambil tersenyum dan menghampirinya, aku pun mengajaknya berkenalan, hai aku Calvin, salam kenal ya boleh aku tau nama kamu? ujarku. Lalu wanita itu menjawab “Hai juga. Boleh, aku Jessica. Saat itu aku tak ikut kembali pulang ke villa bersama temanku, karena aku keasikan berbincang-bincang dengan Jessica, tak lama kemudian teman-temanku meneleponku, dan menyuruhku pulang ke villa, akhirnya aku mengajak Jessica main ke villa kami, sesampainya di villa aku mengenalkan Jessica kepada teman-temanku, lalu kami berbincang-bincang bersama, dan tak lama kemudian aku Jessica berbisik padaku “Vin, sudah malam. Antarin aku pulang ya?” ujar Jessica. Lalu kujawab “iya Jess, aku anterin kamu ke villa kamu ya?”. Iya boleh yang penting tidak merepotkan kamu, Vin. Aku hanya tersenyum dan aku pamit ke teman-temanku mau mengantarkan Jessica pulang ke villa-nya.

Lalu aku pun mengantar Jessica pulang, dan sepanjang perjalanan aku dan Jessica saling bercanda, lalu aku menakut-nakutinya hingga Jessica ketakutan dan memelukku, sehingga sepanjang perjalanan itu pun jessica tak mau melepaskan pelukannya. Tak lama kemudian aku sampai di villa Jessica, tanpa basa-basi Jessica menciumku sambil berlari masuk ke dalam villanya dan berkata “Makasih ya, selamat malam.” Dan aku pun kembali ke villa untuk beristirahat.
Keesokan harinya aku dan teman-teman bemain di kolam renang, seperti biasa kami bermain di dekat kolam sambil menyiram teman-teman hingga baju kami basah kuyup, tak lama kemudian Jessica melihatku dari kejauhan dan menghampiriku dan ikut bermain bersama kami di kolam renang, aku pun langsung menyirami Jessica hingga basah kuyup, aku sangat menikmati momen-momen itu, saat baju Jessica mulai basah, bentuk tubuhnya yang dibalut pakaian basah itu mulai terlihat dan seksi sekali menurut saya, buah dadanya yang proporsional terlihat besar dan indah sekali, seperti akan menyembul keluar dari pakaiannya itu. Kejadian itu sontak merangsangku dan membuat “adikku” berdiri tegak, lalu aku mengambil handuk dan berusaha menutupi “adikku” karena malu.

Lalu aku dan Jessica kembali ke villa dan teman-temanku masih asik bermain air di kolam renang, sesampainya aku di villa, aku menyuruhnya mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaianku, setelah Jessica mandi aku pun langsung mandi(bergantian), namun setelah aku selesai mandi aku melihat Jessica masih mengenakan handuk dan duduk di kasurku, lalu aku pun menghampirinya dan memberikan baju untuknya. Tapi yang membuatku aneh, Jessica hanya tersenyum lalu berdiri dan mememelukku sambil menciumku, tanpa sadar aku langsung merespon ciumannya.

Saat itu seperti gunung api yang hendak meletus karena hasrat masing-masing dari kami yang mungkin selama ini sudah tertahan sejak lama, secara tiba-tiba tersalurkan dengan saling mencumbui masing-masing. Setelah itu, Jessica melanjutkan peran hasratnya dengan menciumi leherku, lalu turun ke dadaku, hingga terakhir Jessica membuka handuk yang ku pakai kemudian Jessica langsung jongkok dan berhadapan tepat di depan penisku yang sudah mengalamiĀ ereksi dari tadi, lalu penisku dipegang dan diusap-usap hingga tak lama kemudian penisku dimasukan ke dalam mulutnya, aku pun semakin terasa merangsang dan sangat bergairah.

Akhirnya karena aku tak kuat menahan nafsu birahiku, aku langsung mengangkat Jessica dan menidurinya di kasur setelah itu aku membuka handuk yang dipakai oleh Jessica, lalu aku dan Jessica berciuman lagi sambil berguling ke kanan dan ke kiri, hingga akhirnya Jessica pun mulai terangsang dan mengambil posisi diatasku, lalu Jessica memegang penisku dan dimasukannya ke dalam vaginanya, “Aaaaaacccchhhh !!! Aaaaaccchhhhh !!!” desahan dan rintihan Jessica pun mulai terdengar olehku, ayunan dan goyangan demi goyangan yang dilakukan Jessica membuatku semakin bergairah, tanpa kusadari tanganku ikut meremas-remas payudaranya yang besar itu, dan tak lama kemudian Jessica mencapai orgasme sambil mendesah dan merintih kencang sekali, lalu aku menyuruh Jessica berbaring terlentang, lalu aku memegang penisku dan memasukannya lagi ke dalam vaginanya Jessica, “Aaaacccchhhh !!! Aaaaccchhhhh !!!”

Desahan dan rintihan Jessica itu terdengar kembali, aku semakin bersemangat dan bergairah, goyanganku semakin kuat dan aku mendorong penisku penuh gairah, hingga desahan dan rintihan Jessica tak ada henti-hentinya kudengar. Dan tak lama kemudian aku mengeluarkan penisku dengan segera dan memasukannya ke dalam mulutnya Jessica karena aku sudah ingin “keluar”, lalu Jessica pun menjilati penisku dan mengulumnya hingga aku memuntahkan spermaku di dalam mulutnya. Puas sekali rasanya permainan yang saya lakukan bersama Jessica itu, selepas itu kami terkulai lemas berdua tanpa sehelai benang pun yang tersemat di tubuh kami.

Iklan