HILANG KUNCIKU, HILANG KENDALI BIRAHIKU

Cerita Sex kiriman Mellanie

Hilang Kunciku, Hilang Kendali Birahiku

Mellanie

Hai sobat 9 Cerita Malam. Namaku, Mellanie. Saat ini aku berusia 27 tahun, aku bekerja sebagai seorang staff marketing di sebuah perusahaan terkemuka di Jakarta. Aku tinggal di sebuah kost di daerah Jakarta Pusat. Tadinya saya bekerja di Jakarta Barat, karena berpindah kerjaan makanya aku juga pindah kost-an supaya lebih dekat dengan tempat kerja. Itu akan memudahkanku sebagai seorang eksekutif yang terkadang harus lembur di kantor dan tidak perlu berlama-lama di jalan saat pulang.

Mulanya aku membereskan semua peralatan yang ada dalam kost-an ku, barang yang tidak penting aku simpan & aku rapikan ke dalam kotak agar mudah disusun di gudang, setelah itu aku membersihkan semua ruangan, dari kaca jendela luar sampai kamar semua aku rapikan untuk hasil yang sempurna, hiasan dinding, foto-foto, tanaman kecil.

Hampir seharian penuh aku membenahi kost-an, aku mulai kelelahan, akhirnya aku istirahat sejenak, sambil menonton televisi & menikmati segarnya es kelapa muda yang aku beli di pinggiran jalan bundaran HI tadi sore. Karena kecapaian aku tertidur di sofa depan televisi, hingga ada seseorang yang mengetuk pintuku dan membuatku terkejut & terbangun untuk menghampiri ketukan pintu itu. Saya membuka pintu itu dan melihat seorang tampan berdiri di depan pintu kost saya. Namanya Rio, ia tetangga kost-ku. Karena ia tinggal di bawah kamarku dan mendengar keributan yang saya timbulkan karena memindahkan barang, alih-alih mengeluhkanku malah Rio mencoba menawarkan tenaganya untuk membantuku membereskan & membersihkan ruangan, tapi aku menolaknya aku tak mau merepotkannya, akhirnya Rio pun kembali ke kost-nya.

Aku kembali lagi meneruskan pekerjaanku, tak terasa waktu begitu cepat berlalu, saat kulihat jam ternyata jam sudah menunjukkan pkl. 20.00 WIB, setelah itu aku mandi dan mencari makanan di luar, sepulang dinner aku pun beristirahat di kamar kurang lebih 25 menit, “Oh my God, aku lupa kunciku masih tergantung di luar pintu.” Aku berlari ke arah pintu depan, namun kuncinya sudah  tak ada, akhirnya aku tak bisa mengunci pintu depan kost-an & kamarku karena kuncinya aku gabungkan jadi satu, maka dari itu jika hilang satu, akan hilang semuanya, hingga suatu malam saat aku tertidur, aku tak mendengar suara langkah atau suara apapun, sepertinya aku tertidur pulas karena kelelahan.

Tanpa kusadari Rio datang mengetuk pintu dan masuk, aku pun tak mendengarnya, lalu Rio pun masuk ke kamarku dan mengusap-usap kaki ku, aku pun terkejut dan bangun, aku langsung bertanya “Siapa kamu? Mau ngapain kamu?” Lalu orang itu menjawab, “Ini aku Rio, kok pintu depannya ga dikunci? Nanti ada maling loh.” ujar Rio. Aku jawab, “Hhuuufffttt aku kira siapa? Iya kuncinya hilang, mungkin besok aku akan mengganti kuncinya sekalian.” lalu aku mengajaknya duduk di depan sambil berbincang-bincang. Tak tahu kenapa aku merasa nyaman karena adanya Rio, ia terasa seperti sangat melindungiku.

“Pasti kamu kelelahan ya, aku mau bantuin tapi kamunya bilang ga usah, akhirnya ga selesai-selesai kan?? ujar Rio. Dan aku hanya tersenyum saja. Lalu aku menawarkan & membawakan minuman untuknya, aku membuatkannya sirup jeruk dingin, setelah itu aku meninggalkannya sambil berkata, “Tunggu sebentar ya, aku ke toilet dulu.” Rio pun menjawab, “Iya silahkan, makasih ya minumannya.”

Aku hanya mengangguk sambil tersenyum dan meninggalkannya untuk pergi ke toilet. Setelah aku kembali dari toilet. Kami lanjut berbincang-bincang, lalu aku kembali menawarkan minum, “Ayo diminum sirup-nya?” Aku dan Rio kemudian meminum sirup tersebut. Tak lama kemudian setelah meminum sirup itu kepalaku terasa sedikit pusing dan rasanya aku ingin sekali melakukan hubungan seks. Karena malu, aku meninggalkan Rio dengan alasan aku ingin tidur dan lari ke kamarku sendiri.

Serba salah bercampur takut menggamang di pikiranku, dan kenapa aku begini. Aku baru sadar kalau minuman yang aku minum itu pastilah dibubuhi Rio demi tujuan kotornya. Aku tak tahu harus bagaimana saat itu. Tapi rasa ingin bercinta itu semakin memuncak. Tanpa pikir panjang lagi kemudian aku lepaskan semua bajuku & bermasturbasi sendiri. Tak lama karena kamarku tidak terkunci, Rio mendadak masuk ke kamarku, aku pun terkejut malu dan langsung menutupi tubuhku dengan selimut,

Rio menghampiriku dengan berani, dan ia langsung memeluk dan menciumku, aku berontak & menolaknya. Namun Rio tetap memaksa hingga aku tak kuat menahannya karena birahi yang sudah membara pada diriku, hingga akhirnya Rio menggerayangi tubuhku dan lidahnya berakhir tepat di klitoris-ku, sepertinya aku sangat menikmati permainannya itu dan menjadi cuek dengan apa yang dilakukan Rio. Payudaraku di remas-remas olehnya dan klitoris dimainkan menggunakan ujung jarinya, lalu Rio melepaskan pakaiannya sendiri, sesaat aku merasa panik, tegang, dan tidak karuan. Tapi Rio dengan perlahan meyakinkanku dan menuntunku, aku semakin terangsang saat Rio berbisik dengan hembusan sejuknya ke telingaku dan sentuhannya yang sepertinya sudah sangat berpengalaman itu.

Sekarang Rio berada di atasku, dan dengan perlahan Rio mencoba memasukkan penisnya ke vaginaku, aku merintih kesakitan sambil aku menahan pinggulnya Rio, jeritan-jeritan kecil yang aku lontarkan malah membuat Rio semakin semangat & bergairah. Rio memaksa mendorong penisnya untuk dimasukan ke dalam vaginaku yang sempit. Akhirnya penisnya Rio masuk kedalam vaginaku, dan aku pun merintih menahan kesakitan, tapi lama-lama aku menikmatinya dan keenakan dengan yang dilakukan Rio.

Sambil meneruskan permainannya, tak lama kemudian Rio menarik penisnya keluar dari vaginaku dan mengeluarkan sperma-nya di atas perutku, aku pun merasa lega setelah semuanya selesai, Rio pun berpamitan pulang, aku hanya mengangguk untuk menjawabnya.

Iklan