DERU BIRAHI SANNY, part 1

Halo sobat 9 Cerita Malam, kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman bercinta saya dengan adik ipar saya yang sangat menggugah hati.

Panggil saja saya Andre, saya bekerja di sebuah perusahaan swasta yang terletak di pusat kota Jakarta, dan saya berumur 32 tahun. Istri saya yang berusia 28 tahun, saat ini bekerja sebagai seorang anggota marketing di sebuah perusahaan swasta pula, namanya Renny. Kami belum memiliki anak hingga 2 tahun belakangan ini, karena kami masih terbilang masih terbelenggu dalam ikatan karir masing-masing kami. Tapi walaupun begitu, kegiatan sehari-hari kami tidak terlepas dari kegiatan harmonis pribadi kami, dan yang paling utama tentunya sex atau hubungan intim.
Semua dimulai dari saat adik perempuannya Renny yang berangkat dari Jawa Barat dan menumpang tinggal di rumah kami di ibukota. Namanya Sanny, umurnya 25 tahun saat ini.

Desiran Gairah Sanny

Sanny

Sanny tidak berbeda jauh dengan kakaknya, ia cantik, putih, langsing, memiliki payudara yang indah sekali sebagaimana selalu ia tunjukkan lewat pakaian sehari-harinya yang selalu menampakkan belahan payudara yang ia miliki. Ia memang berniat untuk menjadi seorang model dengan ketibaannya di ibukota. Kakaknya juga sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi seorang model, tapi Renny lebih berjiwa sebagai seorang wanita karier.

Yang sedikit berbeda dari Sanny dan kakaknya ialah sifat dan karakternya yang periang dan nakal, kadang ia juga suka iseng terhadap saya dan kakaknya. Dua minggu kami lewati bersama bertiga, saya pun menjadi terbiasa dengan sifat-sifatnya nakal dan periangnya Sanny ini. Ia suka sekali mengerjai saya dan terkadang ia bisa memasukkan tangannya ke kantong celana yang sedang saya pakai saat itu seraya memasukkan mainan berbulu yang saya kira serangga atau hewan melata lainnya yang menjijikkan bagi saya, sampai-sampai terkadang spontan saya lepas celana saya. Tapi istri saya bukanlah seorang tipe pencemburu, istri saya adalah seorang yang bersifat pecinta universal walau saya tahu cinta utamanya pastilah kepada suaminya sendiri yaitu saya.

Pernah di mana suatu malam, saat saya dan Renny sedang berciuman dan hendak bercumbu dipergoki secara tidak sengaja oleh Sanny di ruangan kamar kami saat ia mencari kakaknya untuk menanyakan sesuatu. Setelahnya, kami memutuskan untuk membatalkan kegiatan kami tersebut, karena adanya Sanny di rumah kami. Tapi saat itu Sanny sedikit kelihatan aneh saat memergoki kami berdua seperti itu saat itu. Ia terlihat lebih tenang dari biasanya dan hanya meminta maaf kepada kami dengan kata-kata yang bernada rendah & pelan lalu meninggalkan kamar kami.

Keesokan harinya istri saya berangkat ke luar kota, karena ada pameran yang diadakan oleh pihak perusahaan istri saya di kota-kota lain dan berjalan selama 1 pekan. Malam pertama berlangsung aneh tanpa istri saya, Sanny juga tiba-tiba tidak menunjukkan sifat periangnya yang selama ini saya kenal. Ia hanya duduk di sofa ruang tamu dan menonton sinetron korea yang biasanya ditonton Renny, sambil mengenakan pakaian kemeja tipis dan shortpants yang selalu ia kenakan seperti biasanya. Anehnya tidak ada sepatah kata pun yang diucapkan Sanny walaupun saya berjalan melewatinya, sepulangnya saya dari kantor. Tentu saja saya menjadi penasaran, ada apa dengan Sanny.
Saya pun mendekati Sanny dengan perlahan dari belakang dan bermaksud untuk mengagetkannya. Benar saja ia terkaget dan merengek manis sambil memukul-mukul pelan ke lengan atas saya dengan telapak tangannya. Ia lalu pergi meninggalkan ruang tamu dan menuju ke kamar tidurnya. Lantas ia saya kejar ke kamar tidurnya sambil tertawa dan meminta maaf atas candaan saya tadinya.

Sesampainya di kamar tidurnya, hal aneh kedua terjadi secara spontan. Sanny memegang tangan saya dan menarik saya ke dalam kamar tidurnya saat saya berada bertepatan di depan pintu kamar tidurnya. Ia langsung menciumi saya dan merangkul pinggul saya saat itu, saya berusaha menolaknya tapi ia terus memaksa merangkul pinggul saya dengan eratnya. Saat itu saya tidak bisa dikalahkan nafsunya yang membara terhadapku, sampai ia mencoba untuk meremas kemaluanku dengan jari lentiknya itu. Dan ternyata saya sudah tidak bisa menahan kejantananku untuk bertindak sesuai norma kewajaran di masyarakat lagi, semuanya melenceng dari akal sehatku.

Yang bisa kulakukan saat itu hanyalah mengikuti alur dari nafsu yang sedang membara saat itu saja. Cantiknya Sanny saat itu sangat memukau birahiku, ditambah kemolekan tubuhnya yang terlihat sempurna bagiku. Walaupun berkeringat karena cuaca yang panas saat itu, tubuhnya tetap saja terasa nyaman dan wangi dalam genggaman & pelukanku saat itu. Sedikit desakan kecil dariku yang mendorongnya menyandar ke dinding dengan telapak tanganku ke payudaranya yang membumbung tegak, padat, dan hanya mengenakan nipple cover yang sangat menantang gairahku saat itu. “Sshhh…” desisnya saat kuremas payudara indahnya yang montok itu. Makin tak terbendung lagi semua hormon yang bangkit dari rangsangan visual yang begitu indah itu.. Kulumat bibirnya dengan maksimal tapi perlahan. Sambil kurangkul pinggul seksinya itu.. kutempelkan penisku yang sudah tegak & siap bertempur itu ke bawah pusarnya sambil menggeseknya secara perlahan.

Kami semakin erat berpelukan dan berciuman saat itu. Perlahan-lahan ciumannya kusudahi dan aku mulai menciumi lehernya yang menawan itu, tangan kiri sambil merangkul punggungnya, tangan kananku menjurus ke dalam shortpants-nya dan dengan jari tengahku aku memainkan klitorisnya. Dari leher kuciumi dan sekarang turun lagi ke kedua pelupuk putingnya yang tertempel ringan dan siap ditanggalkan kapan saja. Lalu kulepaskan kedua pelupuk puting tersebut dengan tangan kiriku, usai itu aku rangkul kembali pinggulnya dan menciumi puting indahnya yang menegang kencang dan berwarna merah muda itu…

Desiran Gairah Sanny - p2

Tak lepas saya gerayangi tubuh indah nan mewangi itu, sampai kemudian saya lepas shortpants beserta g-string yang dikenakannya saat itu. Kujilati dengan nikmat meki mulusnya yang bersih, mekar, dan legitttt itu..

vagina copy

Satu kakinya mengangkang dan diletakkan di atas kursi yang berada di sampingnya, aku sambil berlutut memainkan lidahku pada klitorisnya..
Sanny menggeliat keenakan, badannya meliuk-liuk layaknya seekor ular, ia sesekali mendesah nikmat.. “Awchhhh…. Ohhh… Mmmhhhh….”. Tak tahan lagi, Sanny memegang daguku dan mengangkat kepalaku kembali untuk berciuman dengannya..

Sambil berciuman dengannya, kumasukkan penisku yang sudah ingin sekali merasakan liang kenikmatan itu sedari awal ke dalam vaginanya.
“Emmhhh…. Hwhhhh…”, nikmat sekali perasaan iniii… kugerayangi Sanny dengan jantanku.

Bersambung ke Deru Birahi Sanny part 2

Iklan