SELINGKUH DENGAN ADIK PACARKU

Cerita Sex Kiriman HS.

250862_227240914063093_1219820857_n
Aku mengenalnya saat aku diajak kerumah pacarku, panggil saja Yuni (adik pacarku), setiap pacar ku pergi Yuni selalu menemaniku berbicara, bercanda, dsb. Itu sering terjadi bahkan berulang kali, aku merasa tak nyaman, tapi Yuni (adik pacarku) selalu ada dan selalu menemaniku disaat aku ditinggal pergi oleh pacarku. Sebenernya aku pacaran sama siapa sih ?? sama Yuni (adik pacarku) ? apa sama pacarku ?? aku tak berfikir panjang.. dari hari ke hari waktu ke waktu akhirnya aku pun menyukai Yuni, karena Yuni lebih baik, cantik, sexy, putih, dan sopan.

Hampir setiap hari aku datang ke rumah pacarku hanya untuk diam-diam berselingkuh dengan Yuni (adiknya pacarku). Yuni dan aku sudah berkomitmen agar hubungan ini disembunyikan dari semua orang, termasuk pacarku sendiri (kakak Yuni). Yuni selalu manja jika ada di dekatku, berbeda jauh dengan kakaknya yang galak, jutek, ga mau tau tentang orang lain, dan egois. Aku tetap tak perduli, aku tetap sayang sama pacarku dan Yuni (adik pacarku), yang terpenting aku sudah berkomitmen dengan Yuni, tak habis kupikir, setiap hari, setiap waktu Yuni selalu ada buat aku, dia selalu setia di sisiku, dia selalu manja dipelukku, hingga suatu ketika, saat aku memeluk Yuni, tanpa bicara panjang lebar Yuni menciumku dengan mesra dan penuh gairah, akupun terbawa suasana yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Mr.P pun berereksi, tak lama Yunipun meremas remas Mr.P ku, hingga aku tak tau harus berbuat apa??. Semuanya kumulai dari awal berciuman sampai tanganku masuk ke dalam baju Yuni untuk meremas remas payudaranya yang besar, putih dan mulus. Yuni pun membalas dengan meremas remas Mr.P ku, aku pun tak mau kalah, kubuka bajunya wooow !!! kulihat warna merah terang BHnya, lalu kulepas celananya dan kubuka celana dalamnya yang berwarna merah terang juga. Tanpa henti aku menciumnya, tanganku pun ikut memainkan ujung Vaginanya Yuni.. EmmfFF… AKHHH…!!~!!, jeritan kecil dan desahan-desahan kenikmatan yang dilontarkan Yuni kepadaku, tak lama kemudian mulut Yuni ada di hadapan MR.P ku, lalu dimasukan ke mulutnya Yuni, mataku yang terbuka hingga terpejam tuk merasakan Lembutnya bibir Yuni di MR.P ku, lalu kudorong Yuni ke kasur dan kucumbu dia, ku cium dia dari mulut, ke leher, lalu ke payudaranya hingga terakhir mulutku berada pas didepan mulut Vagina Yuni, Arggghhh… Ugghhhhh AAArggH!, Yuni mendesah dan Yuni pun menikmati lidahku yang memainkan ujung Vaginanya. Akhirnya aku ditariknya keatas dan MR.P ku ditarik lalu diarahkan ke mulut Vaginanya Yuni. Akhirnya karena ketidaksabaranku, aku mendorong MR.P ku masuk ke mulut Vaginanya Yuni, sSHHH…. AAACCCHHHH!!!! jeritan demi jeritan dan desahan demi desahan yang Yuni lontarkan membuat aku semakin semangat, berbagai macam gaya yang aku dan Yuni lakukan, dari berpelukan, berciuman, hingga bercumbu dari 69, berbaring, hingga berdiri membokongiku dengan pantat diangkat. Semuanya sudah dilakukan. Jeritan-jeritan kecil dan desahan-desahan yang dilontarkan oleh Yuni hingga aku dan Yuni mencapai klimaks secara bersamaan, setelah semua tercapai, aku dan Yuni berbaring sambil menatap penuh kemesraan sambil mengenakan pakaian, setelah itu aku dan Yuni berpelukan sambil berjanji, tidak bolah ada orang lain yang tau termasuk pacar aku sendiri (Kakak Yuni). Tak lama kemudian pacarku datang, untungnya aku dan Yuni sedang duduk asik ngobrol. Aku dan Yuni berharap apa yang sudah dilakukan, tak ada seorangpun yang tau. Lalu aku memakai jaket trus pulang dengan wajah gembira dan tubuh yang segar.

Iklan