DEMAM SEX PEGUNUNGAN

Cerita Sex kiriman SB.

553617_475778882445178_101623342_n

 

Aku ga tau apa yang harus aku perbuat , apa yang terjadi sama tubuhku ini, setiap melihat laki-laki yang lebih kekar, aku langsung merinding rasanya ingin sekali aku dicumbunya, tiga minggu berlalu, rasa dan hawa ini semakin meningkat pesat, sudah berkali-kali aku ganti pasangan, tak ada satu pun yang bisa memuaskanku, aku merasa seperti haus akan sex, bisa dibilang aku sepertinya kena demam sex.

Kebetulan pada saat itu aku sedang berjalan jalan di satu tempat, dan aku menuju ke mall tapi ada seseorang yang sepertinya terus mengikutiku, aku merasa aneh sesaat dan bingung tapi saya tidak begitu menghiraukannya karena itu tempat yang ramai jadi mungkin saja orang itu sedang menuju ke tempat yang searah dengan aku, namun akhirnya aku duduk di sebuah café yang terdapat di dalam mall tersebut dan aku memesan minuman dan makan, tak lama kemudian seseorang datang menghampiriku dan duduk d idepanku sambil berkata, “Hai, sorry kalo gue ganggu, tapi boleh ga.. kalo gue pengen kenalan ma kamu?” dengan spontan aku menjawabnya, “Iya boleh, anda siapa ??” dia menjawab, “Namaku Adrian, tapi panggil aja aku Adi”, sambil bersalaman dengan tangan kekarnya yang kelihatan maskulin sekali, aku menjawab, “Ah, oke. Kalau aku Siti.
Kemudian aku dan Adi makan bersama di café itu sambil mengobrol panjang sekali, dan tidak disangka kami selalu nyambung. Tanpa terasa kami menghabiskan sore hari yang menyenangkan itu. Adi itu seorang yang tampan, tubuhnya kekar, dan punya pengalaman hidup yang sepertinya mempunyai keistimewaan tersendiri yang membuatnya terlihat berbeda dari lelaki lain, dan sepertinya aku menyukainya dan Adi pun sepertinya menyukaiku juga.

Pada minggu selanjutnya, aku dan Adi jalan-jalan ke sebuah perkebunan teh di desa yang letaknya tidak jauh dari pegunungan, di sana kami bercanda tawa sekali lagi, aku sangat bahagia saat itu, dan sebuah perasaan aneh tapi natural datang menghampiri jiwaku, aku ingin sekali dicumbunya, dan sontak saja di tempat yang sepi itu gairahku meledak, aku tak kuasa menahan hasrat yang membanjiri jiwaku itu, dan akhirnya di tengah-tengah perkebunan itu aku menarik Adi dan memeluknya dengan erat sekali sambil memainkan lidahku di mulutnya, kami berciuman dahsyat sekali menuruti hasratku yang menggebu sekali, ia pun membalas dengan jantan sekali.. tak kuasa lagi tatkala itu aku langsung melorotkan celana jeans-nya dan mengelus penisnya, dari lemas seperti mainan karet menjadi seperti tonggak tegak yang gagah menjulang ke depan menantang aku dengan pikiranku yang sudah dikendalikan nafsu ini pun sudah tidak mau menghiraukan apa-apa lagi, langsung saja aku melahap penisnya yang menantang itu dengan mulutku yang mungil ini dan mengulumnya dengan nikmat, Adipun terlihat sangat menikmatinya, lalu aku berbalik Adi pun menjilati Vaginaku, aku merasakan nikmat yang luar biasa, aku bercumbu penuh gairah pada saat itu, takkan sedetikpun aku lewati kemesraan pada saat itu, tak lama kemudian Adi mendorongku hingga aku terbaring , aku tak perduli baju dan badanku akan kotor, yang terpenting aku merasa terpuaskan oleh Adi, jilatannya membuatku merinding, lalu kutarijk penisnya dan kuarahkan ke mulut Vaginaku, Adipun langsung mendorong penisnya dengan gairah yang tinggi, aku pun merasakan kenikmatan itu datang dalam perasaanku.. “AAAAHHHH uuuuhhhh AAAHHHH !!! “ aku menjerit kecil dan mendesah membuat Adi semakin terangsang “, dan Adi pun meremas-remas payudaraku, aku merasa sangat menikmatinya, tapi tak lama kemudian kami mencapai titik klimaks kami masing-masing secara bersamaan, seusai itu kami mengenakan pakaian masing-masing kembali dan kami berjalan lagi menuju pegunungan.

Adi sepertinya kelelahan, tapi Aku merasa tak lelah sedikitpun, malahan aku merasa masih ingin melakukannya lagi, ditambah cuaca pada saat itu lumayan dingin untukku, aku merasa libidoku naik hingga 99%, sampai aku tak banyak bicara lagi, aku langsung memeluk Adi dan menciumnya, Adi pun membalas kebringasanku, aku semakin bersemangat, tanpa basa basi Adi langsung menelanjangiku, lalu menciumiku dari mulut, leher, telinga, hingga ke payudara, lalu turun menuju ujung mulut Vaginaku, aku benar benar merasakan Nikmanya Bercinta / Bercumbu, dia tidak melepaskan sekalipun penisnya dari Vaginaku, bermacam gaya kami lakukan, hingga aku kelelahan, tapi Adi terus berusaha, AAhhh.. !! Ahh.. Ahhhh… !! (aku menjerit merasakan ujung klimaks dan mendesah terengah-engah ) akhirnya aku menemukan titik klimaks-ku. Aku menjerit dalam kenikmatan dan kepuasanku, akhirnya Adi bisa memberikan aku kepuasan dan kenikmatan yang aku dambakan saat itu, aku sangat bahagia, hingga aku berkata berbisik kepada Adi, dimanapun kita berada aku ingin kamu selalu mencumbuku / bercinta dengan semua gairahmu, aku sangat menikmatinya . Akhirnya kami mengenakan baju kembali dan bergegas pulang ke pondok yang kami sewa saat itu karena waktu sudah hampir malam.
-red(ap).

Iklan